Ketika Tuhan Kau Buat Menangis

Renungan

Ayat bacaan dari Yohanes 11: 33-35

    Menangis bukan sekedar mengeluarkan air mata, tapi bisa jadi itu cara mengkomunikasikan perasaan ataupun ekspresi emosi kita. Ada beberapa manfaat bagi tubuh saat kita menangis yaitu : kesehatan mata lebih baik, mengeluarkan emosi yang tertahan, mengurangi stres, menaikkan mood, dan juga dapat meningkatkan kualitas tidur (kumparan.com). Wah jika demikian, ada baiknya kita sering sering menangis ya, ternyata menyehatkan juga.

    Berdasarkan penelitian, perempuan menangis 5 kali lebih sering dari pria (Liputan 6.com). Mungkin ini ada benarnya ya, coba perhatikan, menangis bagi kaum pria bukan perkara mudah, terlebih jika di tempat terbuka. Ada suatu pemikiran “kalau saya menangis, nanti saya dikira lemah, rapuh atau bahkan cengeng”. Makanya kalau sampai anda menemukan seorang pria menangis di tempat terbuka, ini pasti ada kejadian sangat luar biasa terjadi.
    Dalam Kitab Yohanes 11:35 ini jelas dituliskan “Maka menangislah Yesus”. Yesus menangis di tempat terbuka. Aneh juga ya, bukankah Dia adalah Tuhan yang kita percayai sebagai penolong, Tuhan Yang Maha Kuasa. Lalu mengapa Dia harus menangis. Ini kan beresiko bagi diriNya, karena nanti ketika orang- orang melihat Dia menangis, bisa bisa meragukan ke’IlahianNya’. Tetapi kita percaya bahwa Tuhan melakukannya karena alasan khusus sehingga sampai harus menangis. 
“Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya”.
Perhatikan ayat ini, saya coba menggaris bawahi “Maria menangis” dan “Tuhan Yesus menjadi masygul”. Menurut KBBI, arti Masygul adalah bersusah hati karena suatu sebab. Lalu siapakah Maria di hadapan Tuhan sehingga mampu membuat Tuhan bersusah hati padanya ?. Apa sih yang Tuhan lihat dari diri seorang Maria ini, saya menangkap ada 2 hal penting dari diri Maria :
Baca juga : Tuhan Sanggup Mengubah Tangisan menjadi Sukacita

1. Maria memberikan yang terbaik kepada Tuhan

Dalam Yohanes 12: 3 “ Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu”. Saya melihat bagaimana Maria dengan rela melakukan pengorbanan besar. Dia tidak terlalu peduli dengan mahalnya harga minyak narwastu, dan juga tidak perduli dengan penilaian orang ketika dia menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Kita tahu rambut adalah mahkota bagi wanita. Maria melakukan itu karena dia sangat mensyukuri betapa kebaikan Tuhan sungguh luar biasa dalam hidupnya. Pertanyaan bagi kita, apa alasan kita untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan?, tentu sangat banyak ya. Mungkin tidak terhitung banyaknya berkat dalam hidup kita. Dan berkat terbesarnya adalah darahNya yang mahal diberikanNya secara “cuma cuma” demi penghapusan dosa dosa kita, sehingga kita dilayakkan beroleh hidup yang kekal. Jadi sudahkah kita memberikan yang terbaik? atau masih adakah keraguan melakukannya?, padahal Tuhan yang telah terlebih dahulu melakukannya bagi kita. Saudaraku, mari jangan ragukan lagi kasih Tuhan,  berikan yang terbaik dari hidup kita, walau sebenarnya takkan pernah layak di hadapan Tuhan, tapi bersyukurlah, Dia terlebih dahulu telah melayakkannya.

2. Memilih duduk di dekat Kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNya

Dalam Lukas 10:39 “Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya”.  Maria dan adiknya Marta serta Lazarus saudara mereka memang bersahabat dekat dengan Tuhan Yesus. Tidak heran ketika Yesus datang berkunjung ke rumah mereka, mereka sangat senang sekali. Tidak heran kalau Marta langsung super sibuk untuk melayani sahabatnya itu. Tapi berbeda dengan Maria, dia melakukan hal yang 180o berbeda dengan Marta. Maria malah terlihat santai dan tidak melakukan apa apa. Mengapa demikian ?, karena Maria tahu siapa yang datang, Dia adalah Tuhan. Dia tahu apa yang Tuhan inginkan dari dirinya. Dan itulah yang Maria lakukan, dia memiih duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNya. Ada kata ‘terus’ disini, artinya, Maria tidak mau melewatkan 1 patah kata pun perkataanNya. Bagaimana dengan hidup kita, apakah kita malah lebih sering melewatkan perkataan Tuhan, dan lebih banyak sibuk dengan hal yang lain. Ketika Kita sudah aktif dalam pelayanan di Gereja ataupun Persekutuan, jangan jangan kita lebih sibuk pada aktivitasnya saja, dan mengabaikan mendengar perkataan Tuhan. Marilah kita menyontoh apa yang dilakukan Maria, duduk diam dan tekun mendengarkan Firman Tuhan, dan itu sungguh berkenan di hati Tuhan.
    Ketika Tangisan Maria telah membuat Tuhan menangis, hal itu memberikan dampak yang luar biasa. Karena Tuhan tergerak dan mujizatNya pun terjadi. Walaupun Lazarus sudah 4 hari di dalam kubur, sesuatu yang mustahil, tapi itu bukanlah penghalang bagi Tuhan melakukan KuasaNya dan Lazarus pun bangkit dari kematiannya.
Saudaraku, adakah berat beban pergumulanmu saat ini, menangislah dengan sekeras kerasnya di hadapan Tuhan, dan buatlah Dia menangis bagimu. Mungkin anda merasa itu sudah tidak mungkin terjadi, tapi jangan pernah ragukan kuasa Tuhan. Dia sanggup menyelesaikannya bagimu. Mari beri yang terbaik dan teruslah setia dengar dengaran firmanNya. Jadilah pelaku Firman dan saluran berkat bagi sesama kita. Kiranya Tuhan memberkati hidup kita. Amin.

Salam Kesejukan
=Strs=

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Marah Karena Kasih

Tuhan Sanggup Mengubah Tangisan menjadi Sukacita