Tuhan Sanggup Mengubah Tangisan menjadi Sukacita
Renungan
Ayat bacaan Ester 10:3
Ester adalah seorang wanita tangguh. Dia berperan besar dalam pembebasan umat Israel dari penghukuman saat pembuangan. Bersama Mordekhai, keduanya menjadi tokoh sentral dalam karya penyelamatan Tuhan atas umatNya dari penderitaan dan ancaman kebinasaan. Kita bisa melihat bagaimana cara Tuhan sanggup mengubahkan segalanya. Dia membebaskan mereka dari ancaman kebinasaan dan bahkan berhasil menempatkan Mordekhai menjadi orang ke-2 dari Ahasyweros seorang Raja Persia itu. Di sini Tuhan telah mengubah air mata duka menjadi sukacita kemenangan.Ayat bacaan Ester 10:3

Mari kita ambil hikmah pembelajaran dari pengalaman Ester dan Mordekai yang diproses Tuhan, sampai akhirnya bisa meraih sukacita kemenangan :
1. Tuhan bisa saja memakai yang lemah untuk menggenapi rencanaNyaEster sejak kecil sudah yatim piatu (Ester 2:7), betapa malang nasibnya, ditambah harus berada dalam pembuangan. Pembuangan identik dengan kehinaan, dan tak punya status (budak). Tetapi itu bagi manusia, di hadapan Allah, kita ini umat berhargaNya. Dia sanggup menaikkan derajat kita. Itu yang terjadi pada Ester, setelah melewati proses yang tidak mudah, karena harus menyembunyikan identitasnya sebagai orang Yahudi, maka dengan dukungan Mordekhai bapa angkatnya itu, pada akhirnya dia diangkat menjadi ratu. Dari kelemahannya, Tuhan telah menyatakan peran penting Ester untuk membebaskan UmatNya. Saudaraku, jangan pernah berkecil hati, dan jangan pernah merasa lemah. Engkau berharga di mata Tuhan. Dia akan memakaimu untuk mewujudkan rancanganNya yang ajaib dalam hidupmu dan sesamamu.
2. Setia pada Tuhan, walau kita dalam kesesakan
Rasa benci Haman kepada Mordekhai adalah karena dia tidak mau bersembah sujud kepadanya. Mordekhai berprinsip, hanya mau menyembah Allah Yang Hidup. Walau ini sangat beresiko bagi dirinya dan semua orang Yahudi. Ini bisa jadi teladan bagi kita. Apapun tantangan yang sedang kita hadapi, jangan berpaling dari jalan Tuhan. Kita jaga kesetiaan kita dan selalu sujud di bawah kakiNya. Lihat bagaimana pertolongan Tuhan akan terjadi dalam hidupmu.
3. Terkadang jalan Tuhan itu sangat berat dan butuh PengorbananEster menyadari langkah untuk menyelamatkan umat Tuhan hanya ada di tangan raja Ahasyweros. Tapi untuk menemui raja itu tidak bisa sembarangan, hanya bisa jika dipanggil sang raja. Walau berkejaran dengan waktu, dia tetap percaya akan kuasa Tuhan, itulah mengapa dia meminta semua orang Yahudi berpuasa penuh selama 3 hari. Ester terpaksa melakukan tindakan yang tidak lazim. Dia sadar resikonya adalah nyawanya sendiri. Ternyata Tuhan mendengarkan doa umatNya. Raja Ahasyweros mengulurkan tongkat emasnya, dan selamatlah Ester. Saudaraku, mungkin saat ini engkau serasa diujung tanduk dan tiada pengharapan. Berharap saja pada Tuhan, selalu ada jalan keluar. Kita tidak perlu berkorban nyawa lagi, karena sudah digantikan Tuhan Yesus. Dia akan mengulurkan tanganNya yang ajaib untuk menolong kita. Dia sanggup melakukan perkara yang mustahil menurut ukuran manusia.
4. Ancaman selalu ada disekitar kita
Haman telah berikhtiar membunuh Mordekhai dan segenap orang Yahudi. Dia telah menghasut dan mempengaruhi raja Ahasyweros. Di manapun kita berada, ancaman bisa saja menimpa kita. Mari kita terus berjaga jaga dan waspada (1 Pet 5:8). Jadi, sebelum kita beraktivitas, mari sempatkan membaca Alkitab dan berdoa memohon pimpinan serta perlindungan Tuhan kita.
Saudaraku, beban pergumulan sudah menjadi realitas hidup. Namun lihat kemenangan sudah ada di tangan kita lewat pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Tinggal sekarang, bersediakah kita selalu setia dan taat pada perintahNya, andalkan Tuhan dalam setiap keadaan kita. Yakinilah, bahwa seberapa beratpun pergumulanmu, Dia adalah Tuhan yang sanggup mengubah air matamu menjadi sukacita kemenangan dengan caraNya yang ajaib. Kiranya Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua.
Salam Kesejukan
=Strs=
Komentar
Posting Komentar