Aku Kuat walau Lemah



Renungan
Ayat bacaan  2 Korintus 12:9-10


"Aku sudah nggak kuat menjalani ini, terlalu banyak beban yang harus aku pikirkan. Biaya biaya mahal sementara gaji pas pas an. Simpananpun gak punya. Waduh gimana ini".

"Saya ini siapa sih, saya gak bisa apa apa, saya tidak mungkinlah bisa mengerjakan ini. Udahlah jangan saya, saya gak akan mampu".

"Tubuh ini rasanya lemah, rasanya sakit semuanya. Sepertinya tidak bisa ngapangapain lagi. Mengapa ya Tuhan membiarkanku seperti ini".

Mungkin potongan cerita di atas pernah kita dengar atau lihat sendiri. Atau bahkan kita pernah/sedang mengalaminya. Ini adalah manusiawi. Kalau kita yang mengalaminya, pastilah berat menjalaninya. Manusia itu kekuatannya memang terbatas. Kita hanya bisa mengerjakan semampu yang kita bisa. Kita hanya bisa memikirkan semampu yang kita bisa. Tetapi kita tidak boleh mudah menyerah. Kita perlu berusaha semampu yang kita bisa. Tetapi jika sudah melebihi yang kita mampu, jangan paksakan diri, bisa berefek tidak baik loh bagi kita sendiri. Semangat itu baik. Berusaha keras itu juga baik. Tetapi apakah baik kalau kita hanya terus mengandalkan kemampuan diri sendiri?.

Kita mungkin pernah mendengar analogi begini. "Kalau kita disuruh berdiri dan mengangkat segelas air adalah ringan. Anak kecil juga bisa. Kalau kita disuruh mengangkat segelas air itu beberapa jam, mungkin kita juga masih mampu. Tetapi kalau disuruh berjam jam atau seharian, apakah segelas air itu masih ringan untuk diangkat ?", kalau ragu, mari dicoba ya. Pertanyaannya, apakah kita perlu mengangkat segelas air sampai berjam jam?, mengapa kita tidak pakai alat bantu saja, misalnya kita taruh di meja kan bisa juga. Nanti kalau kita perlu, kita bisa setiap saat mengambilnya.
Dalam kehidupan nyata, terkadang ini juga bisa terjadi. Saat kita mengalami berbagai masalah, acapkali kita terlalu memaksakan diri memikulnya sendiri. Mengapa ya kita tidak butuh dibantu. Banyak dari kita terkadang terlena, atau terlalu percaya diri. Ah aku pasti mampulah. Ah masa begini aja gak bisa sih. Padahal setelah kita kerjakan ternyata kita gak mampu. Tapi kita terus saja memaksakan diri.

Alangkah baiknya, alangkah bijaknya kalau kita mengimani ayat bacaan di atas. Maukah kita menerima bahwa kita ini memang lemah secara manusia, kita ini terbatas adanya. Tetapi kita punya Tuhan yang maha segalanya loh. Setiap saat kita bisa datang padaNya, dan tersungkur di bawah kakiNya. Kita cukup mengangkat tangan memohon pertolonganNya supaya Tuhan turun tangan untuk menolong kita. Seberapa berat beban kita saat ini, mengakulah dihadapan Tuhan kalau kita lemah dan terbatas sehingga butuh pertolonganNya. "Justru dalam kelemahan kitalah Kuasa Tuhan bekerja". Mari kita bermegah atas kelemahan kita, disinilah kekuatan Tuhan turun atas kita. Kita harus menerima bahwa hidup ini haruslah melalui ujian ataupun cobaan dan pergumulan. Tetapi kalau kita mengandalkan Tuhan, berserah pada Tuhan, percayalah kuasa Tuhan akan menolong kita melalui semuanya ini. Jangan pernah minta Tuhan menghilangkan masalahmu, tetapi mintalah kekuatanNya untuk menjalani itu semua. Sekali lagi, mari kita terima kalau kita terbatas adanya, tetapi kita punya Bapa yang dahsyat dan luar biasa yang sanggup menolong kita kapanpun kita memerlukannya. Tetap semangat menjalani hidup dan selalulah berpengharapan kepadaNya. Kiranya Tuhan memberkati hidup kita. Amin.


Salam Kesejukan
=Strs=

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Marah Karena Kasih

Ketika Tuhan Kau Buat Menangis

Tuhan Sanggup Mengubah Tangisan menjadi Sukacita