Sehat itu Hak Milik Kita

Renungan

Ayat bacaan : 1 Petrus 2 : 24

Dalam beberapa bulan terakhir ini, di seluruh belahan Dunia dibuat terguncang oleh satu mahluk yang super kecil bernama covid-19, berdiameter 120 - 160 nanometer. Dengan kasat mata tidak mungkin terlihat, hanya dapat diamati dengan mikroskop elektron (sumber : suara.com/25 maret 2020). Akibat Covid-19 sudah banyak berjatuhan korban di seluruh dunia, termasuk di negara kita. Dilansir dari Whatsapp COVID19 GO.ID, per 15 April 2020 dilaporkan : positif covid-19  5.136 orang, meninggal 469 orang, dan yang sembuh : 446 orang. Covid-19 ini sungguh sangat mengkhawatirkan, karena cara penularannya sangat masif. Semua orang berpotensi menjadi ‘carrier’ walau terlihat sehat.

Apakah kita bersepakat wabah Covid-19 membawa 2 dampak. Dampak negatif karena kerugian besar baik karena kematian, resesi ekonomi, dan lainnya. Tapi dampak positifnya, menguatnya sifat saling bantu/gotong royong, penguatan hubungan dalam keluarga, sikap bersih dan lainya. Kita terus berdoa agar wabah ini segera terselesaikan, dan kehidupan berjalan normal kembali.



Kita patut bersyukur karena kita memiliki Tuhan yang luar biasa. Kita telah dianugerahi karunia keselamatan atas apapun dalam hidup kita. Oleh karenanya kita sudah tidak perlu dalam Kecemasan, Ketakutan dan Kekuatiran (3K) yang berlebihan dalam menghadapi apapun yang terjadi dalam hidup ini, termasuk dalam situasi covid-19. Walau memang kita perlu bersikap waspada dan disiplin dalam mentaati aturan maupun himbauan yang ada.

Apa yang mendasari bahwa kita tidak perlu mengalami 3K ini, yaitu karena Firman Tuhan itu sendiri. Kita punya 2 kunci utama untuk diaplikasikan yaitu :

1. Tuhan sudah menyediakan
Kita perlu menguatkan iman percaya kita kepada Tuhan yang telah mengaruniakan kesembuhan kita secara  cuma cuma. Dalam 1 Petrus 2:24 tertulis “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh”.  

2. Kita perlu bertindak
Kita harus mampu memiliki hati yang selalu gembira. Gembira tidak selalu harus karena banyak uang, jabatan tinggi, dan lainnya. Tapi gembira di sini adalah wujud rasa syukur kita kepada Tuhan atas kasih karuniaNya yang luar biasa itu. Kalau kita mampu bergembira setiap saat, Firman Tuhan sudah menjamin kesehatan kita, seperti yang tertulis dalam Amsal 17:22 “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang”.
Jika engkau sedang sulit untuk bergembira, coba cari tau alasannya. Setelah ketemu, coba perkatakan terus beberapa kalimat positif berikut ini ya :
“Tenanglah jangan resah dan panik”, “emosi negatif ada dalam kendaliku”, “positive thinking”, “yakinlah semua baik baik saja”, “tetap semangat”, “Tuhan sedang merancangkan kebaikan bagiku”, “Tuhan selalu mencukupkan”,  ”enyah kau iblis, aku orang merdeka”, “Tuhan ringankan bebanku”, “hatiku lega karena Tuhan yang tolong”, “aku sakit karena pikiranku saja”, “Tuhan itu hanya sejauh doa”, “Hidup ini begitu indah”, “Tuhan sudah menjamahku”.
Simpan semua perkataan ini di alam bawah sadar kita. Jangan malas latihan ya, dengan terus menerus memperkatakannya, khususnya di saat kita merasa tidak mampu bergembira. Anda bisa memilih sebagian atau semua dari kata-kata tersebut, sesuaikan dengan yang tidak sejalan dengan yang kita alami sehingga kita tidak bisa bergembira. Misalnya di saat beban kita berat, perkatakan berulang ulang beberapa kata di atas “Tuhan ringankan bebanku”, “hatiku lega karena Tuhan yang tolong”, “yakinlah semua baik baik saja”, “tetap semangat”, “Tuhan sedang merancangkan kebaikan bagiku”.
Jadi mengapa anda masih merasa tidak sehat? padahal sehat itu hak kita. Terima dan lakukan 2 kunci di atas. Tuhan sudah memberikannya secara cuma cuma, tinggal apakah kita mau atau tidak.


Salam Kesejukan
Strs

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Marah Karena Kasih

Ketika Tuhan Kau Buat Menangis

Tuhan Sanggup Mengubah Tangisan menjadi Sukacita