Pikul Salib

 


Renungan
Ayat bacaan  1 Korintus 1:18

“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah”.
      Kalau kita diminta memberitakan kabar baik, kabar sukacita, kabar keberhasilan, dll, mungkin akan terasa mudah bagi kita. Atau kalau kita menyampaikan pujian, penghormatan, ucapan selamat, dll, mungkin juga terasa mudah. Karena orang yang menerima kabar atau ucapan inipun pasti akan mengekspresikan kegembiraan dan sukacitanya, dan bahkan berterima kasih kepada orang yang menyampaikan. Tentu ini membuatnya lebih mudah memberitakannya.
      Kabar Salib dalam Firman Tuhan yang kita baca ini menceritakan bagaimana Tuhan Yesus harus menderita dan sampai menyerahkan nyawaNya, walau bukan karena kesalahanNya tetapi justru karena keberdosaan kita. Seperti kita tahu, sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa membuat manusia dijauhkan dari hadapan Allah Bapa. Bahkan upah Dosa itu adalah Maut (Rom 6:23). Tetapi oleh karena Anugerah dan Kasih Tuhan yang begitu besar pada ciptaanNya, Dia merancangkan suatu Karya Penyelamatan Besar bagi UmatNya. Yesuslah karya penyelamatan itu. Dia rela menjadi manusia dan dihina, dan puncaknya adalah kematianNya di kayu Salib. Karena hanya itulah satu satunya jalan pendamaian kita dengan Allah Bapa melalui kematian anakNya yang tunggal, supaya kita selamat dan kembali layak disebut anak anak Allah.
      Oleh karenanya Salib adalah karya yang luar biasa bagi umat yang diselamatkanNya. Bagaimana tidak kita berpindah dari kebinasaan yang kekal menjadi beroleh hidup yang kekal. Tapi bagi mereka yang akan binasa, ini menjadi suatu kebodohan dan keanehan. Mengapa demikian ? karena mereka hanya melihat salib itu sebagai :
- penderitaan/penyiksaan semata.
- tidak paham misi dibalik penyaliban ini.
      Memang salib itu sakit, salib itu sangat sangat berat, salib itu tidak mengenakkan, salib itu bukan yang dicitacitakan, salib itu dijauhi orang, salib itu adalah penderitaan. Bagi mereka yang tidak mau menerima salib, mereka berprinsip, kalau bisa enak enak kenapa sih harus menderita, kalau bisa senang senang kenapa harus menderita, kalau bisa bergembira/tertawa terus kenapa harus menderita.
      Untuk masa sekarang ini, salib itu bisa saja dalam berbagai bentuk seperti beban penderitaan/ pergumulan, kegagalan, sakit penyakit, kehilangan orang yang kita kasihi, harapan/cita cita/kerinduan yang belum kunjung diraih, dan lain lain.
      Sebenarnya kalau kita imani, salib ini sebagai jalan Tuhan untuk kebaikan/keselamatan kita, untuk masa depan yang lebih baik, untuk mendapatkan berkat kebahagiaan yang lebih luar biasa. Hanya kita harus bersedia dan sabar untuk dibentuk dan diproses . Kekuatan kita terbatas, tapi kita punya Tuhan. Kita tinggal meminta hikmat dan kekuatanNya. Dia pasti beri menurut waktu Tuhan. Sisi pandang kita harus menurut sisi pandang Tuhan bukan manusia lagi.
      Salib bisa terjadi dalam hidup kita, mungkin disebabkan karena :
- karena kebenaran yang kita lakukan
"Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung". (1 Petrus 2:19)
- sebagai ujian iman dari Tuhan
"Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas".  (Ayub 23:10)
Baca juga : Tuhan Sanggup Mengubah Tangisan menjadi Sukacita
      Pertanyaan bagi kita, adakah salib yang saat ini kita alami adalah karena kebenaran?, jika iya, alangkah bahagianya kita karena sedang dipakai Tuhan untuk menjalankan misiNya melalui hidup kita. Namun bagaimana kalau salib itu justru karena kesalahan yang kita buat sendiri ?. Segeralah bertobat dan kembali kepadaNya. Pengampunan selalu tersedia dan waktu belum terlambat. Karena karya salib Tuhan hanya satu kali saja, ini kembali kepada diri kita, apakah kita mau meminta pengampunan atau tidak. Ingat kita masing masing harus pikul salib sepanjang hidup di dunia ini.
"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku". (Matius 10:38)    
Jadi mengapa kita harus takut dan kuatir kalau saat ini kita sedang memikul salib dalam berbagai wujud. Selama Tuhan bersama kita, Dia pasti akan tolong kita dan mengaruniakan BerkatNya yang terindah. Syaratnya, kita harus tetap taat dan setia menjalankan misi salib ini. Maka sabarlah menanti.
"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!"  (Yeremia 17:7).  

Selamat memikul salib

Kiranya Tuhan memberkati hidup kita. Amin.

Salam Kesejukan
=Strs=

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Marah Karena Kasih

Ketika Tuhan Kau Buat Menangis

Tuhan Sanggup Mengubah Tangisan menjadi Sukacita